Minggu, 21 April 2013

Perjalanan Menjadi Seorang Pustakawan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



 
Profil :                                                                      
Nama : Ahmad Daldiri, S.Sos
Alamat : Jelehan Wetan, Srumbung, Magelang
TTL : Magelang, 27 September 1956
Motto : Pustakawan ikhlas dan bersih
Riwayat Pendidikan :
·         SD PGA 6 tahun
·         Sarjana Muda Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga
·         S1 Sospol

Kisah seorang pustakawan yang mengabdikan dirinya di perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini sangat menginspirasiku. Beliau hanya berlatar belakang pendidikan kursus tentang perpustakaan selama 3 bulan tetapi beliau bisa menjadi pustakawan yang hebat. Beliau mengawali karir sejak tahun 1983 di IAIN Sunan Kalijaga (sekarang UIN SUKA) yang ditempatkan di Fakultas Adab dan ditugaskan sebagai staf di TU fakultas Adab. Tahun 1984 beliau dikursuskan  perpustakaan di Yayasan Tunas Melati selama 3 bulan atas biaya kantor yang mengajar kursus Bpk Amin Mansur SIP.
Pada tahun 1989 ada peraturan impasing tentang jabatan fungsional pustakawan. Dengan modal sertifikat kursus tsb beliau diusulkan oleh pihak Institut menjadi penjabat fungsional pustakawan. Maka sejak saat itu beliau diberi tugas mengelola perpustakaan fakultas Adab yang pekerjaannya meliputi pengadaan, pengolahan, pelayanan, dan pemeliharaan. Tahun 1999  ada surat keputusan rektor yang mengatur tentang perpustakaan IAIN Sunan Kalijaga bahwa perpustakaan dipusatkan pada tingkat institut dengan demikian beliau pindah tugas dari perpustakaan Adab ke perpustakaan pusat ( perpustakaan IAIN Sunan Kalijaga) begitu pula bahan- bahan pustakanya diserahkan ke perpustakaan pusat. Pada tahun 2000-2003 beliau diberi tugas sebagai koordinator urusan pemeliharaan dibawah koordinator bidang layanan teknis bahan pustaka yang dibantu oleh 4 orang staf, saat itu pula beliau menjadi ketua kelompok pustakawan. Tahun 2004-2005 diberi tugas sebagai koordinator urusan referensi dibantu 5 orang staff dibawah koordinator bidang layanan umum. Tahun 2006-2009 menjadi koordinator urusan serial dibantu 2 orang staf. Tahun 2010-2012 kembali menjadi koordinator urusan pemeliharaan bahan pustaka dan terpilih kembali menjadi ketua kelompok pustakawan dan anggota tim penilai jabatan fungsional pustakawan UIN Sunan Kalijaga. Oleh karena pengurus perpustakaan mulai tahun 2013 tidak diperkenankan merangkap jabatan maka mulai bulan Januari 2013 hanya memangku ketua kelompok pustakawan saja. Namun demikian  beliau diberi tugas mengelola layanan dibagian serial.
Beliau senang dan menikmati menjadi seorang pustakawan karena fokus, menambah wawasan, informasi, banyak teman,saudara dan bisa membantu menunjukan jalan untuk mencari ilmu atau informasi pada orang lain, sesuai sabda Rasulullah SAW yang mempunyai maksud : barang siapa menunjukan jalan untuk menuntut ilmu maka, Allah akan memudahkan masuk surga.


Minggu, 24 Februari 2013

Pustakawan



     
     



       

       Pustakawan merupakan pekerjaan yang mulia, tidak semua orang bisa mengerjakan tugas pustakawan karena membutuhkan tenaga yang ahli dan orang yang berwawasan cukup tinggi. Kebanyakan orang menganggap bahwa mengelola perpustakaan termasuk pekerjaan yang mudah dan tidak perlu berpendidikan yang tinggi, tetapi pada kenyataannya tidak semua orang bisa menjadi seorang pustakawan tanpa keahlian dan pengetahuan tentang perpustakaan.
       

        Pada suatu saat saya pernah ditanya teman, dia tanya “kuliah dimana?” ,saya “di UIN” ,dia “ngambil jurusan apa?” ,saya jawab “ilmu perpustakaan”, dia bilang gini “Cuma menata buku aja kuliah segala”. Itu merupakan bukti bahwa pustakawan bukan cita-cita yang diidam-idamkan semua orang.
      

        Secara tidak langsung perpustakan ikut berpartisipasi dalam mencerdaskan bangsa dengan koleksi – koleksinya baik koleksi tercetak maupun non cetak, untuk mengelola perpustakaan tentunya harus ada pustakawannya yang ahli. Pekerjaan pustakawan diantaranya pengaadan buku, pengolahan, pemeliharaan,dll. Sekarang ini banyak perpustakaan yang menggunakan teknologi yang akan memudahkan pengunjung perpustakaan dalam mencari buku, meminjam buku, dan mengembalikan buku.  
       
      Salah satu yang menjadikan orang –orang tidak berminat menjadi pustakawan karena gaji yang rendah, memang jika belum diangkat menjadi pegawai negeri  bisa dikatakan gajinya masih rendah, kalau diswasta gajinya ya lumayan tinggi, buat calon – calon pustakawan jangan berkecil hati dengan gaji yang rendah, untuk sukses itu butuh proses dan perjuangan. Bekerja di perpustakaan menyenangkan selain bisa menafkahi keluarga juga bisa menambah ilmu dan wawasan.

Jumat, 22 Februari 2013

Sekjen PSSI Siap Dipecat, Asal...

Anggota Exco PSSI, Sihar Sitorus (kiri), Sekjen PSSI Halim Mahfudz (tengah), dan penanggung jawab timnas, Bob Hippy, memberikan keterangan seusai bertemu dengan pejabat sementara Ketua Konfederasi Sepak bola Asia (AFC), Zhang Jilong, di Jakarta, Kamis (10/1/2013). Kedatangan delegasi AFC tersebut untuk menindaklanjuti upaya penyelesaian konflik PSSI dan KPSI.


JAKARTA, KOMPAS.com - Halim Mahfudz mengaku siap meletakkan jabatannya sebagai sekretaris jenderal PSSI jika hal itu memang sesuai prodesur. Pernyataan Halim tersebut menanggapi usulan keempat anggota Exco, yakni La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Toni Aprilianim, dan Erwin Dwi Budiawan. Keempatnya menilai kinerja Halim sudah melampui kewenangan ketua umum PSSI sehingga proses rekonsiliasi terhambat realisasinya.
"Jika memang saya harus diberhentikan dari posisi Sekjen, saya siap. Tentunya, harus lewat prosesur benar," jelas Halim di kantor PSSI, Jumat (22/2/2013).
"Kalau memang Exco sudah berkehendak demikian, berarti tugas saya selesai. Saya hanya menjalankan tugas, amanat, dan statuta. Tidak ada yang lainnya. Namun, saya minta penjelasan. Jangan berdasarkan asalan yang mengada-ada," sambungnya.
Ada dua cara pemberhentian dan pengusulan sekjen PSSI. Cara pertama, pemberhentian dan pengusulan Sekjen bisa dilakukan oleh Ketua Umum PSSI. Hak ketum untuk memberhentikan Sekjen diatur dalam statuta PSSI Pasal 40 ayat 2 Huruf C yang berbunyi: "Salah satu tanggung jawab Ketua Umum PSSI adalah melakukan pengawasan pekerjaan Sekretaris Jenderal."
Kemudian, Pasal 40 ayat 3 disebutkan: "Hanya Ketua Umum yang dapat mengusulkan pengangkatan atau pemberhentian Sekretaris Jenderal". Cara kedua memberhentikan Sekjen adalah melalui rapat anggota Komite Eksekutif PSSI yang diatur dalam Pasal 37 ayat 1 huruf G "Komite Eksekutif berwenang mengangkat atau memberhentikan Sekretaris Jenderal atas usulan dari Ketua Umum. Sekretaris Jenderal harus menghadiri rapat-rapat komite sesuai tanggung jawab jabatannya."
Pasal 38 pun menjelaskan, "Komite Eksekutif mengambil keputusan dengan suara terbanyak dari anggota yang hadir. Dalam hal terjadi suara berimbang, Ketua Umum berhak mengambil keputusan akhir. Pemungutan suara dengan kuasa atau dengan surat tidak diperkenankan".





 








 








         
 







 
 
 
 





 

Arsen Wenger : Saya tidak akan mundur


 



Manajer Arsenal Arsene Wenger tidak pernah terpikir untuk meninggalkan tim Meriam London.


 Manajer Arsenal Arsene Wenger menyatakan, dalam benaknya tidak pernah terbesit kata untuk mundur sebagai arsitek The Gunners.

Ketika ditanya mengenai pengunduran dirinya usai kalah 3-1 atas Bayern Munich pada pertengahan pekan ini, pria Prancis itu berkata: "Tidak pernah. Barang sedetik pun tidak," ujar Wenger seperti yang dilansir Sporting Life.

"Tanggung jawab saya adalah untuk menjaga dan membimbing tim ini ke arah yang saya rasa tepat.

"Yang terpenting bagi saya adalah fokus di laga selanjutnya dan coba memberikan yang terbaik, seperti yang dilakukan oleh semua pemain."


Arsen Wenger

REVEALED: French reports of Sarkozy talks with under-fire Wenger over PSG job

 

Paris St Germain have called on former France president Nicolas Sarkozy to help lure Arsene Wenger back home.
The Ligue 1 leaders are considering replacing Carlo Ancelotti at the end of the season, despite the club sitting pretty at the top of the table and still in the Champions Staying put: Arsene Wenger insists he will remain at Arsenal until 2014 and did not rule out signing a new dealLeague

Selasa, 11 Desember 2012

seminar nasional

Seminar Nasional dan Sosialisasi Membangun Budaya Digital di Perguruan Tinggi

Rabu, 05 Desember 2012 14:03 WIB
 
  

(4/12/2012) Pusat Komputer dan Sistem Informatika (PKSI) UIN Sunan Kalijaga adakan Seminar nasional dengan tema "Digital Lifestyle Experience for Higher Education". Acara  ini diadakan digedung Convention Hall dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, karyawan dan masyarakat umum. Seminar ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. H. Musa Asy'arie dengan Gong Digital. Menurut Ketua PKSI, Agung Fatmanto, Ph.D., kegiatan ini diadakan sebagai komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam mewudkan kampus digital dan sebagai upaya membangun budaya  digital di perguruan tinggi. “ Di era globalisassi saat ini, perguruan tinggi harus memaksimalkan pengunaan tekhnologi digital, mengingat perkembangan arus informasi yang begitu pesatnya, hal ini sebagai imbas dari kemajuan dunia digital yang terjadi saat ini. Penerapan teknologi digital juga harus dibarengi dengan peningkatan pengetahuan teknologi komputerisasi bagi seluruh civitas kampus, baik dosen, pegawai dan mahasiswanya, agar menjadi sinergisitas”, tutur Agung Fatmanto yang juga dosen pada Fakultas Sains dan Teknologi. Dalam seminar ini menghadirkan Ryan Fabella (Client Software Architec IBM), Pepita Gunawan (Indonesian Google Southeast Asia dan Agung Fatmanto, Ph.D. sebagai pembicara.
Dalam sambutannya Musa Asyarie menyampaikan bahwa, UIN Sunan Kalijaga akan senantiasa mengembangkan kampus menuju kampus digital, karena, dengan penerapan teknologi digital, semua akses informasi akan menjadi mudah. Perkembangan teknologi yang begitu pesat seharusnya kita manfaatkan dan direspons secara positif, jangan sampe dengan perkembangan itu kita malah menjadi keblinger. “ Saat ini kita sudah dikuasai oleh dunia ‘kotak’, karena sebagian besar alat teknologi yang kita gunakan berbentuk kotak, PC, Monitor, PC Tablet, HP, Laptop semuanya berbentuk kotak. Melihat hal ini, kita jangan sampai dikotak-kotakkan oleh barang ‘kotak’ ini. Karena dengan barang ‘kotak’ ini individualisme akan semakin meningkat, untuk itu filter dalam penggunaan teknologi di era digital ini sangat penting”, tutur Musa.
“ Dalam acara ini juga dihadiri oleh delegasi PTAIN se-Indonesia dan delegasi pusat komputer Perguruan Tinggi dan civitas Mahasiswa se-DIY ”, tambah Agung. *(Doni Tri W-Humas UIN Suka)