Minggu, 02 Juni 2013

Pengertian Copyright, Open Access, dan Common Creative Writing (Kutipan)

Copyright
Definisi Copyright - Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta atau pemegang hak cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan "hak untuk menyalin suatu ciptaan". Hak cipta itu dapat juga memungkinkan pemegang hak tersebut untuk membatasi penggandaan tidak sah atas suatu ciptaan.
Pada umumnya pula, hak cipta memiliki masa berlaku tertentu yang terbatas. Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta atau "ciptaan". Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film, karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman, suara, lukisan, gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan telivisi.

Open Access
Open Access atau dapat diterjemahkan sebagai Akses Bebas adalah sebuah fenomena masa kini yang berkaitan dengan dua hal: keberadaan teknologi digital dan akses ke artikel jurnal ilmiah dalam bentuk digital. Internet dan pembuatan artikel jurnal secara digital telah memungkinkan perluasan dan kemudahan akses, dan kenyataan inilah yang ikut melahirkan Open Access (disingkat OA), atau lebih tepatnya Gerakan OA (Open Access Movement). Secara lebih spesifik, OA merujuk kepada aneka literatur digital yang tersedia secara terpasang (online), gratis (free of charge), dan terbebas dari semua ikatan atau hambatan hak cipta atau lisensi. Artinya, ada sebuah penyedia yang meletakkan berbagai berkas, dan setiap berkas itu disediakan untuk siapa saja yang dapat mengakses. Berdasarkan pengertian itu, maka OA otomatis juga membebaskan hambatan akses yang biasanya muncul karena biaya (entah itu biaya berlangganan, biaya lisensi, atau membayar-setiap-melihat alias pay-per-view fees).
Selain itu, OA juga menghilangkan hambatan yang timbul karena perizinan sebagaimana yang ada dalam setiap karya yang dilindungi hak cipta. Dalam praktiknya, terdapat pula keragaman dalam hal-hal yang dibebaskan. Misalnya, ada penyedia OA yang tidak peduli apakah berkas yang diambil dari tempat mereka akan dipakai untuk tujuan komersial atau tidak. Ada juga penyedia yang melarang penggunaan untuk kepentingan komersial. Sebagian penyedia menyediakan karya-karya salinan, sebagian lagi hanya menyediakan karya orisin
 Comon Creative Writing ( Kutipan )
  Kutipan adalah suatu kata yang mungkin semua orang belum tahu apa maksudnya. Kutipan juga merupakan suatu gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Prinsip-prinsip dalam mengutip
Dalam membuat tulisan kita pasti sering mengambil atau mengutip dari tulisan orang lain, maka dari itu perlu kita tahu bagaimana prinsip-prinsip yang benar dalam mengutip dari tulisan orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Apabila dalam mengutip sebuah karya atau tulisan yang ada salah ejaan dari sumber     kutipan kita, maka sebaiknya kita biarkan saja apa adanya seperti sumber yang kita ambil tersebut. Kita sebagai pengutip tidak diperbolehkan membenarkan kata ataupun kalimat yang salah dari sumber kutipan kita.
b.      Dalam kutipan kita diperkenankan menghilangkan bagian-bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian itu tidak menyebabkan perubahan makna atau arti yang terkandung dalam sumber kutipan kita. Caranya ::
# Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi.
# Menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea.
Bagian yang dihilangkan diganti dengan tiga titik berspasi sepanjang garis (dari margin kiri sampai margin kanan).
Sumber:
1.       http://jayaputrasbloq.blogspot.com/2010/12/definisi-copyright.html diakses pada  tanggal 1 Juni 2013.
3.      http://girlycious09.wordpress.com/tag/pengertian-kutipan/ diakses pada tanggal 1 Juni 2013.



Sabtu, 01 Juni 2013

PERPUSTAKAAN DAN CAFE

            Seiring dengan pesatnya arus globalisasi yang menjadikan modernisasi semakin menjamur, banyak berbagai bentuk modernisasi bermunculan.Salah satu bentuk modernisasi yaitu banyak munculnya cafe-cafe sebagai tempat nongkrong yang nyaman untuk melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari.Berbagai kalangan berbodong-bodong untuk datang ke cafe-cafe tersebut dari generasi muda bahkan generasi tua. Namun, dengan adanya modernisasi tersebut perpustakaan seakan tenggelam oleh munculnya cafe-cafe yang menawarkan berbagai konsep didalamnya. Mengingat pada fungsi perpustakaan salah satunya adalah perpustakaan sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan, tetapi pada kenyataannya banyak yang memilih cafe sebagai alternatif tempat yang cocok untuk mengisi waktu luang dan menenangkan pikiran. Bagaimana agar hal semacam itu tidak berlangsung terus-menerus ? Inovasi apa yang perlu dikembangkan agar pamor perpustakaan tidak redup dengan adanya cafe? Simak ulasannya sebagai berikut.
            Perpustakaan merupakan tempat mencari informasi dan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perkembangan IPTEK juga berpengaruh pada sistem yang ada pada perpustakaan untuk memudahkan pengunanya dalam mengakses informasi di perpustakaan. Perpustakaan sekarang sudah meneraptakan IPTEK dalam pelayanannya, seperti :perpustakaan digital, perpustakaan online, website perpustakaan, dan lain-lain sebagai penunjang kinerja perpustakaan sebagai lembaga penyedia informasi. Namun, pandangan dari beberapa pihak tetap menganggap perpustakaan itu sebagai tempat yang membosankan dan hanya orang-orang kutu buku saja yang datang ke perpustakaan. Pada era kepopulerannya perpustakaan ibarat rumah kedua dan banyak yang datang ke perpustakaan untuk sekedar nongkrong ataupun diskusi, tetapi untuk kondisi saat ini tidak dapat dipungkiri perpustakaan mengalami penurunan yang drastis.
Sekarang ini banyak yang lebih memilih cafe sebagai tempat yang dianggap asik untuk bercenkerama dengan teman atau menenangkan pikiran. Café-café yang menarik membius untuk datang bahkan tidak jarang café dijadikan sebagai tempat pelarian bagi siswa ataupun mahasiswa saat malas mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Banyak café yang menyediakan fasilitas yang tidak membosankan, seperti : wifi, games, dan lainnya sehingga membuat pengunjung betah untuk berlama-lama berada dicafe tersebut. Terkadang dengan adanya wifi di café membuat pengunjung ketergantungan untuk mengakses informasi melalui internet dan beranggapan tidak perlu dating keperpustakaan karena segala informasi dapat dicari di internet.
Hal tersebut yang membuat perpustakaan semakin ditinggalkan sebagai lembaga penyedia informasi. Pada hal apabila dicermati banyak keuntungan yang didapatkan jika berkunjung keperpustakaan dan banyak sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan yang tidak ditemukan di internet. Untuk mengembalikan minat berkunjung keperpustakaan diperlukan perubahan pandangan lama terhadap perpustakaan sebagai tempat hening yang membosankan dan mengembalikan minat baca masyarakat sehingga perpustakaan sebagai tujuan utama dan tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi. Perlu adanya keseimbangan antara perpustakaan dan cafe sehingga tidak berdampak buruk pada salah satu pihak. Bagaimana menciptakan masyarakat yang mempunyai minat baca tinggi walaupun mereka tetap bisa bersantai nongkrong di cafe ?Berikut adalah beberapa invonasi yang dilakukan.
Berbagai inovasi dikembangkan baik oleh pemerintah maupun swasta untuk menciptakan inovasi baru agar perpustakaan tetap menjadi tempat yang diminati. Sekarang ini pengelola perpustakaan sudah memutar otaknya dalam menciptakan perpustakaan yang asik dan tidak membosankan. Banyak upaya yang dilakukan, seperti :peningkatan aksesibilitas perpustakaan, mendesain perpustakaan bukan lagi menjadi perpustakaan yang hanya tumpukan buku saja, peningkatan fasilitas meliputi internet ataupun buku yang dikemas lebih menarik, dan banyak juga yang sudah menerapkan mini cafe di sebuah pespustakaan. Dari berbagai upaya tersebut internet dan café dalam sebuah perpustakaan menjadi daya tarik tersendiri dalam meningkatkan minat untuk berkunjung keperpustakaan. Dengan adanya inovasi tersebut bisa merubah pandangan masyarakat betapa membosankannya menghabiskan waktu di perpustakaan, tetapi sekarang lebih menyenangkan untuk menjadikan perpustakaan sebagai tempat menghabiskan waktu.
Selain itu, banyak juga perpustakaan yang dijadikan sebagai tempat rekreasi yang menyenangkan dengan menawarkan perpustakaan yang bebas untuk berbicara tanpa harus berbisik-bisik satu sama lain, ditawarkan juga berbagai permainan edukasi supaya tidak bosan, dan disediakan ruangan untuk menonton film dalam perpustakaan. Tidak hanya perpustakaan yang mengembangkan pelayanannya, banyak café juga yang mengemas perpustakaan sebagai daya tarik untuk dikunjungi dan upaya peningkatan minat baca tanpa mengesampingkan perpustakaan. Hal itu, bisa menjadikan alternatif agar performa perpustakaan tidak redup terkikis modernisasi dengan adanya café-café.
            Dari paparan diatas dapat ditarik kesimpulannya sebagai berikut. Apakah saran yang tepat untuk menyikapi fenomena antara perpustakaan dan café ?Simak uraian dibawah ini.
            Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian diatas bahwa minat untuk berkunjung ke perpustakaan semakin merosot dengan adanya modernisasi dan banyak munculnya café-café sebagai alternative untuk sekedar nongkrong ataupun bercengkerama dengan teman, bahkan tidak jarang rapat juga sering diadakan di café. Berbagai upaya juga dilakukan untuk menggiatkan lagi minat untuk berkunjung ke perpustakaan dengan meningkatan kinerja perpustakaan dan peningkatan fasilitas yang ada di perpustakaan. Dengan adanya cafe di perpustakaan juga dapat menjadikan solusi agar perpustakaan tetap menjadi tempat yang menyenangkan dan banyak dikunjungi. Selain itu, banyak cafe sekarang yang mengemas perpustakaan sebagai daya tarik dan dapat menciptakan tempat nongkrong yang berpengetahuan dan beredukasi dengan adanya perpustakaan.
            Penyeimbangan antara perpustakaan dan café perlu dilakukan agar perpustakaan tidak terkikis. Adapun beberapa saran yang sebaiknya di lakukan, seperti : sosialisasi terhadap masyarakat akan pentingnya perpustakaan untuk mencerdaskan masyarakat,  menerapkan strategi yang tetap untuk meningkatkan minat baca masyarakat sehingga lebih banyak berkunjung ke perpustakaan dari pada nongkrong membuang waktu secara percuma.